Rabu, 12 Februari 2014

Tutorial Olah Vokal Yang Baik dan Benar


Tutorial Olah Vocal Yang Baik Dan Benar 2

Bagi anda yang ingin belajar bernyanyi, nah, berikut ini ada 6 langkah praktis untuk bisa menyanyi dengan baik dan benar :
1. *Teknik Pernafasan (Ini merupakan motor penggerak).
Dalam bernyanyi, pernafasan itu sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu
dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang dan pendeknya suatu kumpulan nada, ada bermacam-macam olah pernafasan, yaitu :
a. Pernafasan CLAVICULAIR (dengan memakai pundak).
b. Pernafasan COSTROL (dengan dada).
c. Pernafasan DIAFRAGMA (ini yang paling baik).

**Proses atau cara melatih pernafasan yang baik dan benar :
@Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk, teknik pernapasan yang tidak benar akan
menghasilkan suara yang tidak berkualitas.Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.

*Cara bernapas yang baik pada saat bernyanyi sebagai berikut : 
~ Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan mengganggu produksi suara.
~ Padawaktu bernapas daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk memproduksi suara, otot-otot di sekitar perut mengencang dan secara konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan berlahan-lahan dan terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Ini yang disebut SUPPORT dan SUSTAIN.
~ Tarik nafas atau hirup nafas anda dalam 8 hitungan
(8 detik) : 1 2 3 4 5 6 7 8
~ Tahan nafas saudara dalam 4 hitungan (4 detik) : 1 2 3 4
~ Keluarkan nafas anda dengan berdesis ( suara ular!) dalam 8 hitungan : 1 2 3 4 5 6 7 8
~ Bisa juga hal itu disebut 8 4 8 karena menghirup nafas dalam 8 hitungan, menahan nafas dalam 4 hitungan dan mengeluarkan nafas dalam 8 hitungan. Lakukan latihan itu berulang-ulang, dan saat mengeluarkan nafas, desis anda bisa diganti dengan mengucapkan mo atau me atau mu, dll.
2. *Intonasi (Penguasaan Notasi).
Intonasi adalah pembidik nada yan tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Untuk bisa memiliki
intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard supaya nada yang kita mainkan pasti dan terkontrol. Tapi hal ini dapat diakali jika kita tidak memiliki alat music tersebut. Kita bisa merekam suara piano tersebut di handphone kita dan kita dapat pelajari sewaktu-waktu.
Contoh :
Kita dapat memainkan tangga nada C kemudian D dan E secara berurutan di piano atau gitar(mungkin kita bisa minta teman kita untuk memainkannya), kemudian kita rekan di handphone. Nada yang dapat direkam mungkin adalah sebagai berikut :
~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Fa Mi Re Do atau
~ Secara Ascending : Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si dan dan Descending : Do La Si Sol La Fa Sol Mi Fa Re Mi Do.
Anda bisa melakukan variasi lain misalnya :
~ Secara Ascending : Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol La Si Do dan Descending : Do Si La Sol Si La Sol Fa La Sol Fa Mi Sol Fa Mi Re Fa Mi Re Do
3. *Irama, Birama dan Tempo.
Seorang penyanyi yang baik seharusnya belajar untuk bisa menguasai bermacam-macam irama atau jenis
aliran music seperti : Chaca, Pop, Waltz dan sebagainya. Dia juga harus mengetahui birama lagu, apakah 4/4, ¾ atau 2/4, dan mesti mengikuti tempo (lambat-cepat) lagu.
4. *Penguasaan Artikulasi (pengucapan kata).
Seorang penyanyi selain harus menguasai dan mengahfalkan syair (lirik) lagu dengan baik, juga harus
mengucapkan kata-katanya dengan jelas dan tegas. Untuk membantu agar dapat memberi “jiwa” pada
lagu tersebut, harus juga memahami isi dan maksud yangterkandung dalam lagu. Ada beberapa cara praktis untuk meningkatkan artikulasi anda, yaitu dengan mengucapkan vocal : A I U E O
5. *Tehnik Vibrasi.
Vibrasi adalah suatu bentuk suara yang bergetar dan bergelombang dalam tehnik oleh vocal, vibrasi ini
merupakan tahap finishing. Fungsinya biar terdengar lebih merdu dan indah. Kalau mau tahu contoh vibrasi yaitu ketika seseorang tertawa terbahak-bahak, suara akan terdengar bergetar dan bergelombang. Kemudian dalam dunia tarik suara, bentuk dasar tersebut dikembangkan menjadi sebuah tehnik dalam bernyanyi yang disebut vibrasi.
6. *Sikap Tubuh Dan Kondisi Saat Menyanyi.
Selain hal-hal diatas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sikap tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihanmaupun pada saat kita sedang tampil di panggung/podium. Mengapa sikap tubuh sangat berpengaruh pada sirkulasi nafas yang merupakan unsur penting dalam bernyanyi. Sikap ini harus dilatih, baik sikap duduk maupun sikap berdiri.
sikap tubuh sangat mempengaruhi produksi suara seorang penyanyi baik penyanyi solo maupun penyanyi paduan
suara. Pada saat menyanyi tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum bernyanyi
diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara bersenam, memijat, dll.
Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang mengakibatkantubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan tidak maksimal.Posisi tubuh dalam menganyi harus mendapat perhatian. Posisi yang baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengkespresikan dari lagu yang dinyanyikan.
Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh  bagian pinggang ke atas harus dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat dibutuhkan.Ekspreasi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan. Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam menyanyikannya, maka alis dapat dinaikan, serta pipi seperti seorang yang sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi.
Pada saat menyanyi memang nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja.
Gimana? Udah dibaca semua? :D Selamat Belajar aja deh…….

Seriosa Level 1


Teknik Menyanyi Seriosa (Level 1)

Tips Nyanyi Seriosa (level 1 untuk seriosa)

1.Napas
2.Kejelasan lirik
3.Intonasi yang tepat ( Cengkok )
4.suara yang tepat 
5.Power 

1.Napas
          Berlatihlah untuk mengeluarkan napas sedikit demi sedikit.Karena pada intinya pada nada tinggi lebih mudah di  mainkan dari pada nada rendah . Kenapa ? karena pada nada tinggi suara lebih mudah untuk di kontrol karena napas yang di keluarkan lebih sedikit dari pada nada rendah . karena jika kita bernyanyi di nada rendah lebih banyak mengeluarkan napas.
Tips -- >- biasanya tahan napas mu, misalnya tahan napas 6 - 10 (lebih boleh)
             - Berenang juga bisa menjadi pilihan untuk mengatur napas ( paling bagus setiap minggu 2 jam atau
               3 hari sekali 30 - 1 1/2 jam )

2.Kejelasan Lirik
        Kejelasan lirik juga perlu. Kenapa ? karena jika bernyanyi lagu italia, ada banyak kata - kata yang belum pernah kita dengar sebelumnya. jadi sebelum bernyanyi hendaklah kita membaca lirik itu betul - betul agar tidak salah dalam mengucapkan karena berbeda kata berarti berbeda arti juga . terutama jika anak level 1 baru belajar lagu "Time To Say Godbye" pada lirik akhir yaitu Lo Conte pasti akan sangat tidak jelas mengatakannya. kalau jelas berarti anak itu benar2 hebat

3.Intonasi yang tepat
       Sebenarnya intonasi sudah bisa diatur dengan tepat jika .. napas dan lirik sudah bisa di kuasai,.. dan sebenarnya dalam dunia seriosa intonasi atau cengkok juga jarang digunakan untuk lagu seriosa jaman sekarang. yang biasanya digunakan adalah seperti lagu - lagu yang ada di film "The Phantom of the Opera"(tidak semuanya) 

4.Suara yang tepat .
       Sebenarnya dalam dunia seriosa tidak sembarang memilih teknik bernyanyi. ada tiga jenis yaitu suara tenggorokan ( tidak bisa 1 1/2 - 2 oktav biasanya mungkin 1 oktav saja ), Suara Perut ( hanya sampai 1 1/2 saja ) dan Head Voice ( bisa 2 - 3,5 oktav jikadilatih terus). paling aman memang menggunakan Head Voice. Suara perut memang bisa juga digunakan namun tidak semaksimal head voice.
Tips -- > -Jika memakai head voice biasanya kepala akan sedikit geli
               -Minumlah setidaknya 8 gelas air mineral / hari ( atau 5 gelas air biasa & 3 gelas air hangat
               -selalu berolahraga teratur ( beberapa hari sekali)

5.Power
       Power juga sangat di butuhkan pada saat menyanyikan nada tinggi dan panjang ( Time to say godbye - lirik akhir dll). Power juga tergantung dimana kita mengambil napas . Jika , kita mengambil napas pada saat yang salah maka hasilnya pada saat menyanyikan nada tinggi suara tidak tahan lama .

Teknik Bernyanyi


Teknik Menyanyikan Not Tinggi


High notes menuntut dilakukannya beberapa hal sekaligus (simultaneous) , tidak bisa hanya memperhatikan satu atau dua hal saja. Ada beberapa pegangan dasar yang musti ditaati untuk mengeksekusinya:

1. Rahang
Rahang harus sangat rileks, tergantung seperti tanpa tenaga. Gerakan rahang ke bawah tidak boleh diikuti gerakan kepala atau tengkorak, hanya rahang saja yang begerak lentur tanpa beban. Artikulator teks bukanlah rahang tetapi bibir, sehingga pengucapan konsonan tidak boleh membebani rahang. Gerakkan rahang ke bawah dan bukan ke depan.

2. Lidah
Lidah terletak rileks, bergerak satu paket dengan rahang. Jangan menarik lidah ke belakang.

3. Tenggorokan
Tenggorakan terbuka (Open Throat, Gola Aperta) dalam nada apapun untuk semua jenis vokal dan konsonan. Sensasinya seperti kalau kita menguap. Tenggorakan yang menguncup akan menimbulkan suara tercekik.

4. Low Larynx
Larynx (pita suara) harus tetap berada di bawah dan jangan dibiarkan meninggi ketika kita meniti nada tinggi.

5. Proyeksi
Proyeksikan suara ke depan di daerah topeng. Jangan membuat ancang2 untuk membidik nada tinggi dengan menarik nada sebelumnya ke belakang. Tetaplah menempatkan suara di depan sehingga tidak membebani rahang. Proyeksi ke depan juga akan membuat suara lebih terang.

6. Head Voice
Gunakan head voice dan bukan falsetto. Indikasinya pada perpindahan dari suara dada ke kepala tidak ada gap atau perpindahan suara melainkan bersambung secara smooth. Pada wilayah nada yang sudah masuk dalam resonansi kepala jangan membawa beban ke atas. Pada beberapa orang perpindahannya berbeda. Pada tenor biasanya akan terjadi peralihan pada nada2 c, d, atau e. Jangan menekan suara pada perpindahan ke head voice, gunakan suara yang halus dulu, dan secara bertahap tambahkanlah volume suara dengan mengembangkan volume resonansi.

7. Appogio
Gunakan dukungan tenaga dari wilayah upper abdominal (perut bagian atas).

8. Sternum
Tulang di tengah dada harus dalam posisi senantiasa tegak dan relatif membusung dengan rileks.

9. Palatal
Soft palatal (langit-langit lunak) diangkat tinggi ketika kita menyanyikan nada head voice.

Yang paling penting: keadaan kita ketika sedang menyanyi adalah "rileks dan support"

Ketika bernyanyi jadilah seperti "daun yang melayang dihembus angin"
Daun merupakan representasi kepala (mulai dari leher hingga ubun-ubun), angin merupakan representasi dari badan (mulai dari bahu hingga telapak kaki).

Ketika
kita menarik napas titik konsentrasi adalah di bawah pusar (chi/hara), tapi sesungguhnya udara tidak berhenti di situ. Udara tersebut mengalir, mengisi rongga-rongga tubuh, atau organis. (kalimat ini rumusan ulang dari pengajaran Joseph Kristanto Pantioso).

Bagaimana supaya udara dapat mengisi rongga-rongga?
Posisi
badan, baik saat duduk ataupun berdiri. Intinya tegak, rasakan tulang ekor anda terentang ke bawah dan tulang leher belakang anda terentang ke atas (kepala agak membungkuk, tidak mendongak). Dengan posisi ini tulang belakang beserta saraf-sarafnya akan mencapai bentuk ideal dan rongga-rongga pun terbuka, sehingga udara dapat mengisinya. Pengisian udara ke rongga-rongga itu dapat dikatakan sebagai pengaliran energi.
Energi (angin) yang menopang artikulator dan resonator di kepala (daun).